SUB OHM (Kegunaan dan resiko)

 

 

Sub ohm atau RESISTANSI DIBAWAH NORMAL (0.1 Ω) merupakan teknik untuk memproduksi uap yg lebih banyak, dan flavour yg lebih intense. Namun sebelum mencoba bermain dengan teknik ini, kalian harus SANGAT PAHAM tentang BATTERY dan jenis MOD yang kalian gunakan, apabila tdk, resiko kecelakaan penggunaan akan sangat besar. Umumnya teknik ini digunakan hanya untuk kompetisi semata dan TIDAK DIREKOMENDASIKAN untuk digunakan sehari-hari (daily used).

 

Menggunakan teknik sub ohm memang jauh lebih ngebul karena pembakaran pada kumparan coil jauh lebih cepat (konstan). Tapi perlu diingat bahwa ada impact yang besar juga dibalik sensasi ‘ngebul’ tersebut. Pertama, Penggunaan batre yang lebih banyak (cepat lowbattnya om…), alhasil umur batre menjadi lebih singkat. Kedua, Penggunaan liquid lebih banyak dibanding penggunaan resistansi normal. Ketiga, Mod, atty beserta batre lebih cepat panas karena penggunaan power batre pada settingan sub ohm jauh lebih banyak (powerfull). Keempat, Uap yang dihasilkan lebih hangat. Kelima, Resiko meledaknya batre jauh lebih tinggi jika teledor dan tidak paham tentang karakter batre yang digunakan saat menerapkan teknik ini.

Saran dari kami, Kenikmatan menggunakan teknik sub-ohm dan normal tidak begitu signifikan untuk penggunaan sehari-hari. Jadi, bijaklah dalam menggunakan. Ngevape juga tidak lebih dari pengalihan penggunaan dan pengurangan racun dari rokok konvensional saja kok.

Kita adalah orang-orang yang menuju ke kehidupan yang lebih sehat, bukan gambling dengan bahaya.

Salam Kebul….

Komunitas Vapor, Rumah Liquid Indonesia Sosialisasi Di Polrestabes Makassar

Polrestabesmakassar.com- Bertempat di Aula Mappaodang Polrestabes Makassar dilaksanakan sosialisasi rokok  elektrik (Vape/Vapor), Rabu (16/08/2017).

Dengan menjamurnya komunitas Vape/ Vapor tidak hanya di kalangan anak muda orang tua pun juga tidak sedikit ikut dalam komunitas tersebut ,  kurang lebih ada 38 komunitas Vape/Vapor  yang berada di kota Makassar. Rumah Liquid Indonesia mengadakan sosialisai rokok elektrik tersebut dan di terima langsung oleh Wakapolrestabes Makassar AKBP. CF. Hotman Sirait, SIK, SH.

Ketua Vape/Vapor Indonesia Johan bersama tiga (3) rekannya mengatakan ini pertama kali kami sosialisasi rokok elektrik tersebut di institusi Polri di mana Polrestabes Makassar Welcome untuk kami sosialisasi dimana kita ketahui banyak yang beranggapan miring tentang penggunaan rokok elektrik atau yang  di kenal dengan Vapor itu sangat berbahaya tidak hanya itu bahwa Vape/Vapor itu katanya mengandung Narkotika.

 

 

 

 

 

 

Tanggapan miring tersebut muncul karena kurangnya sosialisasi pelaku industri ke masyarakat, terutama kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Celebes Vapers Community;

Semoga kegiatan sosialisasi/pemasyarakatan dan edukasi tentang vape bisa terus diselenggarakan oleh berbagai pengguna, utamanya Komunitas-komunitas vape Indonesia.

Salam kebul untuk semuanya dan Selamat hari Kemerdekaan.

 

Sumber: Polrestabes Makassar

 

Vapor, Trend Pengganti Rokok

Vapor, Trend Pengganti Rokok

Vapor atau yang dikenal sebagai rokok elektronik kini merupakan sebuah pilihan sebagai pengganti rokok oleh sebagian perokok. Bahkan vapor telah menjadi sebuah gaya hidup baru bagi pencinta lifestyle di berbagai kota besar di Indonesia bahkan dunia. Sebetulnya apa itu vapor? mari kita jabarkan pelan-pelan.

pada dasarnya vapor itu adalah penguapan dari cairan yang diteteskan pada kapas yang dipanaskan oleh listrik. (lihat gambar)

Lilitan kawat yang dialiri oleh listrik menghasilkan panas yang memanaskan liquid sehingga menghasilkan uap air yang akan memberikan sensasi seperti merokok. Kelebihan dari Vapor ini adalah semua alatnya bisa dibuat sendiri, sehingga sebenarnya harganya cukup murah, namun ada pula alat-alat yang berharga mahal karena dibuat secara khusus oleh pabrik yang mempunyai ukuran dan stabilitas yang baik. Beberapa pelaku vaping di Indonesia bahkan telah dikenal sebagai pembuat alat vaping DIY (do it yourself) yang kreatif oleh komunitas vapor dunia.

Alat untuk Vaping Pada dasarnya ada 2 bagian dari alat untuk vapor ini, yaitu MOD(tempat batere dan pemicu listrik) dan ATOMIZER atau tempat liquid (tempat meletakkan liquid dan sebagai tempat penguapan cairan). Baik mod ataupun atomizer ini banyak sekali jenisnya namun pada dasarnya masing masing bisa dibagi 2 jenis Mod Elektrikal dan Mekanikal dan Atomizer RBA/RTA dan RDA, penjelasannya sebagai berikut :

Mod Elektrikal : Disebut elektrikal karena mod jenis ini mempunyai chip yang dapat mengatur besaran listrik yang dibutuhkan. Sehingga listrik dari batere dapat diredam hingga tidak terlalu besar yang menjadikan batere lebih awet. Harganya biasanya lebih mahal dari mekanikal karena faktor chip yang digunakan.

Mod Mekanikal : Mod jenis ini umumnya sangat bergantung dari batere. karena listrik yang digunakan adalah murni dari batere. lebih besar dalam tenaga namun lebih boros listrik sehingga harus di charge ulang.

Atomizer RTA, RDA & RDTA: Umumnya diartikan bahwa RTA (Rebuildable  Tank atomizer) adalah atomizer yang mempunyai tangki untuk cairan, sedangkan RDA (Rebuildable Dripping Atomizer) adalah atomizer untuk cairan yang di teteskan. Untuk kepraktisan jelas RTA lebih praktis karena tidak perlu berulang-ulang meneteskan liquid, namun untuk rasa RDA jauh lebih enak. (note: di Indonesia, RTA biasa juga disebut RBA) Penggunaan Listrik dan besarnya lilitan pada atomizer akan sangat berpengaruh dalam mengeluarkan rasa dari sebuah liquid. Jadi bisa jadi rasa dari Liquid bisa berbeda pada alat yang berbeda.

Liquid Yang utama dalam vaping (vapor namanya, vaping = melakukan vapor) ini sebetulnya adalah cairannya. Cairan dari vapor ini merupakan campuran dari PG + VG + beberapa perasa yang bahannya tak beda dengan perasa kue.

Lalu apa saja kandungan dari liquid tersebut…?

Bahan Baku Liquid

1. Vegetable Glycerine (VG) VG adalah bahan baku e-liquid, perannya adalah membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). VG adalah bahan kimia tanpa warna, tanpa bau, yang banyak digunakan di bidang farmasi. Bahan ini berbentuk cairan agak kental dan sedikit berasa manis.

2. Propylin Glicol ( PG) Bahan penguat rasa berbentuk cair/ liquid. PG pada umumnya dipakai pada essence makanan dan minuman ringan sebagai penguat. Sifatnya tidak berbau dan berasa manis. liquid premium lokal atau import juga menggunakan PG ini.

3. Flavour Essence (perasa) : aneka perasa yang memberi rasa pada asap. bahan bakunya adalah essence (perasa) kue. terdiri dari aneka rasa, warna dan bau. kualitas dari essence ini memberi pengaruh pada rasa liquid.

4. nikotin cair (tambahan) nikotin cair adalah nikotin seperti pada rokok dalam bentuk cair. Nikotin ini bisa digunakan pada liquid atau tidak digunakan. biasanya liquid yang mengandung nikotin digunakan oleh perokok yang berniat untuk berhenti merokok sebagai pengganti rokok biasa. setelah beberapa periode, jumlah rokok yang digunakan akan berkurang jauh.

Umumnya setelah beberapa waktu melakukan vaping, jumlah nikotin ini ditekan sehingga tidak lagi digunakan. Bahan dari liquid ini bisa dengan mudah didapatkan (kecuali nikotin cair yang sedikit sulit) karena dinilai sebagai bahan yang tidak berbahaya.

 

Apakah vape berbahaya bagi kesehatan…?

Bahaya atau tidak? lebih aman rokok atau vapor?

Yang ini sangat seru untuk dibahas. Banyak sekali pro kontra mengenai penggunaan vapor ini di masyarakat. Sesungguhnya, hingga saat ini belum ada riset mendalam mengenai bahaya dari Vapor ini. Mungkin memang dari beberapa berita dibahas bahwa nikotin yang digunakan dalam vaping, bisa berbahaya, namun perlu diingat bahwa tidak semua liquid menggunakan nikotin cair.

Bahkan penelitian bahaya penggunaan Vapor secara jangka panjang belum pernah ada. karena umur Vapor sendiri belum ada 10 tahun, secara vapor dikembangkan pertama pada tahun 2003. Jikapun ada penelitian mengenai vapor ini, sepatutnya haruslah bebas dari pengaruh perusahaan pesaing seperti perusahaan rokok yang kehilangan pasar akibat dari banyaknya pengguna vapor ini.

Bahkan isyunya di jakarta sekitar 30% perokok telah berpindah menjadi pengguna vapor. Jumlah yang tidak sedikit bagi keuntungan sebuah perusahaan rokok. Untuk sekarang ini peraturan di Indonesia sendiri belum jelas untuk vapor. Namun jika memang akan dilarang, sebaiknya harus dijelaskan apa bahaya dari vaping ini, secara bahan baku dari vaping adalah tidak berbeda dengan bahan baku untuk membuat kue. Ya, kue atau cake yang biasa kita makan sehari-hari. Yang pasti perbedaan dari rokok biasa adalah, vapor tidak berbau asap yang menyengat, baunya adalah wangi kue atau buah.

Vapor tidak mengandung tar yang meninggalkan bekas kuning di pakaian, sehingga bahaya pelapisan tar di paru-paru tidak terjadi dan Vaping tidak menyebabkan baju bolong karena api yang memercik pada baju seperti pengguna rokok. Dimana sepertinya para pria jomblo akan lebih mudah mendapatkan cewek, terutama cewek yang tidak suka bau rokok biasa…

 

Jadi, penggunaan vape atau vapor sebaiknya digunakan oleh kalangan yang telah berumur 18 tahun ke atas karena vape membutuhkan pengetahuan yang matang tentang elektrikal (elektronika), selain itu perilaku yang bijak, disiplin dan kesabaran juga sangat dibutuhkan agar tetap aman.

 

Salam kebul

 

Sumber bacaan:

Widianto H. Didiet 

%d blogger menyukai ini: